RINTIHAN HATI
Pagi yang indah ini
kuawali dengan senyuman manis, aku harap dengan nampaknya seberkas cahaya yang
menyapa dari jendela akan membantu
kehidupanku hari ini berjalan dengan baik. Aku beranjak dari tempat tidur
kubereskan tempat tidurku dan kulanjutkan dengan memberi makan ayam kesayangan
keluargaku, setelah itu ku beranjak untuk mandi dan bergegas pergi ke sekolah
untuk menuntut ilmu ‘sebernanya ilmu tidak bersalah tapi kenapa masih dituntut
?’ itu hanyalah humor kecil yang kupirkan sembari aku berjalan menuju ke sekolah. Di kelas X. A inilah kuawali
pendidikanku, aku Tania sekarang aku
duduk di bangku SMA. Aku sungguh kagum dengan usiaku yang menginjak dewasa dan
di tempat ini pula kutemukan kehidupan baru dengan adanya temanku. Kehidupan
temanku sungguh menyedihkan tapi mereka mampu bertahan meski kondisi mereka
sangat miris bahkan tidak layak dikatakan sebuah kehidupan karena beradapan
yang amat berbeda dengan dengan kota-kota besar dimana mereka dapat memiliki apa yang mereka
butuhkan tanpa harus bersusah payah setidaknya kehidupan mereka lebih baik dari
teman-temanku kehidupan mereka dengan kondisi ekonomi yang jauh dari kata
mewah. Mewah hanyalah impian bagi mereka , bagi mereka bisa makan untuk hari
ini adalah hal yang sungguh luar biasa yang patut untuk disyukuri. Mereka
berangkat sekolah dengan berjalan kaki tidak ada bis sekolah, tidak ada
angkutan umum bagi mereka sepeda motor adalah barang mewah. Meskipun jauh dari
peradaban tetapu mereka memiliki satu impian yang sama belajar dengan
bersungguh-sungguh tanpa memandang status sosial yang dimiliki oleh
teman-temannya. Satu mimpi yang ingin ia gapai
yaitu mengangkat derajat keluarga mereka, mereka menggunakan waktu ulang
untuk belajar bahkan sembari berjalan mereka membaca buku. Padahal jalan yang
mereka lalui tidak lurus layaknya yang mereka impikan tetapi jalan yang mereka
tempuh naik turun dan berkelok-kelok. Mereka memiliki keyakinan meski mereka
dilahirkan dari status sosial yang berbeda dan pendidikan yang berbeda pula
tapi Tuhan memberi keyakinan kepada mereka bahwa satuhal yang dapat mewujudkan
impian mereka bedoa dan berusaha apapun
dan bagaimanapun hasilnya, jika kita melakukan dengan sungguh-sungguh maka akan
berbuah manis pula.
‘Biarkan orang
berkata anda buruk, tapi yakinlah bahwa Tuhan mampu melihat dan mengerti anda lebih dari
orang lain menilai anda’
Tidak ada komentar:
Posting Komentar